Sabtu, 26 Februari 2011

Dari yang tercecer

Blog yang mungkin Bukan bahan bacaan yang berguna Buat permbacanya sengaja ku tulis karna ini hanya curahan hati,Dahulu pernah ku merasa tenang ketika ku rasa mentari berada di sudut yang tepat hingga ku lupakan akan adanya sang bulan yang bisa saja datang,ku berjalan diantara debu jalanan yang mungkin terlalu kuat untuk seorang anak manusia yang baru berusia 10 tahun (aku masa itu),terasa indah waktu itu ku lihat untuk anak-anak seusia ku dimana mereka dapat bermain, berlari, bercanda dengan lembut (maksud ku dalam kehidupan yang damai), namun tak mengapa karna ku sadari ku hidup dalam keluarga yang sebenarnya baik-baik saja,tidak miskin namun tidak kaya sederhana (kata BF2B) Namun keangkuhan dalam diriku yang membuat ku tak tenang, mngkin terlalu muluk untuk anak seusia ku waktu itu untuk mencari jati dirinya sendiri dengan tangan ku sendiri,namun ku lepaskan tangan ku dari jemari lembut ibu ku dan ku berjalan sendiri bukan sebagai anak hilang,namun menghilangkan diri,ku mulai memasuki pertualangan awal ku dimana ku bertemu dengan anak-anak yang mungkin tak seberuntung aku, namun ku tenang bersama mereka dimana mereka begitu kuat dan tegar menghadang panas nya mentari siang itu, ku merasa memiliki keluarga baru yang harus menjadi tanggung jawab ku sekarang, dimana aku menemukan yang namanya kakak yang selama ini tak pernah kumiliki, kami berempat berjalan dengan gagah nya di jalanan layaknya kucing liar pencuri, yang mencari makan dengan licik, Copet jalanan kata yang terlalu indah buat ku waktu itu, hingga pada suatu hari diatas sebuah kereta yang berdiri mengambil absen di stasiun Bogor, ku bergerak bersama para saudara-saudari ku yang baru, mereka (kakak-kakak angkat) melarang ku untuk bergerak sendirian dan menyuruh ku untuk jadi pemain cadangan dalam permainan itu, mereka mencari target nya yang telah di rencanakan semenjak Bapak itu masuk stasiun, namun ku berpikir berbeda dengan mereka dimana aku berjalan sendiri dan menemukan target ku sendiri.

Ku seakan mampu untuk memainkan permainan itu,perlahan ku dekati Ibu lain yang berdiri sendiri di depan pintu gerbong dan berusaha meraih tas tangan yang di genggam begitu lemah,dan ku berhasil memiliki apa yang seharus nya tak ku miliki itu, ku berlari begitu cepat seperti kucing kecil melarikan seekor ikan begitu besar, keberlari mencari rekan-rekanku, namun tanpa ku sadari ternyata ibu itu tersadar bahwa ia telah kehilangan tas nya, saat itu ku mulai merasakan cemas, dan mulai berlari dengan air mata ketakutan, dengan puluhan orang di belakang ku yang terus meneriaki ku, kuberusaha menghilang kan diri, karna itulah keahlianku , Namun ku dapati kakak ku di depanku dan menatap ku dengan penuh penjagaan terhadap langkah cepatku, mereka menyadari bahwa adik kecil yang nakal yang mereka bina telah melanggar larangan mereka, dengan cepat saudari tua ku (angkat) berlari kearahku dan merebut tas hasil rampasan ku,namun ia tidak berlari searah denganku sebaliknya ia berlari kearah orang yang mengejarku,karna ia menyadari bahwa tak ada waktu lagi untuk berlari di atas kereta yang telah membunyikan tanda akan berjalan, dan saudara laki-laki ku menendangku hingga ku terjatuh ,jatuh dari atas kereta, ketika ku coba tuk duduk ku sadari bahwa kakak-kakak ku (angkat) dalam maslah besar yang bukan mereka akibatkan sendiri,

Namun Ulahku, kereta perlahan berjalan merangkak namun dengan sekejap begitu cepat dan semakin cepat meninggalkan airmata yang mengering yang perlahan habis, karna terlalu bersedih menatap kereta yang bagaikan penjara yang tak mungkin mereka dapat lari lagi.

Beberapa hari kemudian ku berdiri sendiri di pintu rumah (gerobak sampah yang rusak) dan mencoba menerawangi seisi langit apa,dimana mereka kenapa tak pulang-pulang, tak tahan dan ku berlari menuju stasiun dan menaiki kereta dengan tujuan yang sama (Jakarta) ku terus bertanya pada penjaga kereta yang mungkin mendengar kabar tentang para kucing liar yang ku cari,namun apa yang ku dengar ternyata ku tak kuat, mereka telah tiada di hajar masa dan saudari tua ku melompat dari kereta hingga ia pun tewas, ku menangis,menangis,menangis, ku di beritahu bahwa mayat-mayat nya masih ada di rumah sakit belum ada yang menjemput dan takkan ada yang menjemput sampah seperti kami,bahkan tak pula aku yang membawa mereka aku lemah saat itu.

Dirumah sakit ku menangis menatap senyum yang ada di bibir bodoh mereka, ku kecup kening saudari tua ku, dan bersumpah, Aku kan bediri begitu kuat dan semakin kuat, merubah semua yang seharusnya tak pernah ada dalam bumi ini, karna mereka dulu pernah berkata, kenapa mereka takpernah merasakan yang namanya keluarga, karna keluarga mereka terpisah di jakarta kebakaran yang terjadi,kebakaran yang telah di rencanakan di pasar guna mendapatkan dan mengembangkan pasar pada struktur yang semestinya,

Ku berdiri dan perlahan keluar begitu kuat kuat dan semakin kuat, Ku kembali pulang dan kepada keluarga yang seharusnya ku tinggalkan,Tanpa basuh muka dan beristirahat ataupun menjawa pertanyaan dari ibu kemana saja aku 10 bulan tak pulang-pulang ku malah Meminta mereka memasukkan ku sekolah lagi,karna kusadari bahwa kekuatan yang sebenarnya bukan pada tenaga yang tersimpan pada raga yang lemah,namun berada pada Otak,Otak adalah setan terkuat ciptaan tuhan.

Kubersekolah seperti biasa hingga akhirnya suatu hari tawuran antar SMP di dalam sekolah SD dimana ku bersekolah, entah mengapa salah seorang teman ku terluka karna senjata tajam mereka yang tawuran, melihat itu tanpa pikir panjang ku berlari merangkul temanku itu dan memeluknya,seraya berkata "darah mu mahal koq"  dan berlari mengejar mereka yang melukai temanku, ku raih sebuah besi pagar yang berkarat yang rapuh hingga ku yang lemah pun dapat mematahkanya, ku hunuskan senjata ku dan tertancap kuat di dada orang yang melukai temanku, melihat dia meringis kesakitan ku tertaawa senang sangat senang, namun kerumunan masa dari SMP berbalik arah mereka berhenti tawuran dan balik menyerang seorang anak SD yang sok jagoan, ku berlari sejauh mungkin hingga ku tak tau dimana aku telah berdiri , tepat pda kesempatan itu seorang teman paman ku menemukan ku kebingungan dan ia menyadari masa SMP mencari ku ,dan melarikan ku ketempat paman ku,tanpa pikir panjang ku di antarkan ke terminal yang pada saat itu ada Mobil yang kan berjalan ke sumatera barat (padang) dimana sekarang aku berada.

Namun tak cukup sampai disana Ku menghilang lagi dan dengan modal seadanya ku berusaha tiba di tanah jawa kembali,terlalu banyak kisah yang terjadi,dari berteman denga para anak-anak Punk yang solidaritas nya tinggi, hingga pembunuh yang melarikan diri ke tanah jawa,berdua kami berjalan menuju tujuan yang sama, butuh waktu 2 bulan bagi ku k Bogor kembali karna ku hanya berjalan dengan nasib yang mendukungku saat itu.

Setibanya di Bogor ku hidup layaknya anak baik-baik dalam keluarga yang membesarkanku hingga ku tinggalkan,ku bersekolah dengan baik,dengan begitu cepat dengan lompat lompat kelas,hingga ku SMP,karna Otakku ternyata takterlalu bodoh Untuk bersekolah,,..hehe

Hingga pada saat yang tak berpihak kepada ku dimana ku mendapati saudara kandung ku di serang Orang yang berusaha merampas tas yang berisi dompet dan Uang sekolahnya,Hingga ku yang dulu telah kembali dan melakukan penyerangan kembali hingga orang tersebut takkan pernah sempat untuk berbicara hingga kini karna ku potong lidahnya.

Karna kejadian itu ku kembali ku dipulangkan kepada nenek ku di desa (Sumatera barat) Hingga ku di masukan kedalam pesantren dimaan mereka menggangap itulah tempat dimana ku bisa berubah menjadi lebih baik,dan hingga saat ini itulah keputusan keluarga ku yang sangat ku Indahkan karna ku dapat menyadari bahwa kesalahan yang ku lakukan berada di tempat yang benar,Disana ku berkembang begitu baik.

Hingga kini ku masih menjalankan Ilmu yang kudapati di pesantren untuk bertahan hidup,dan hingga ku berkuliah engan tanganku sendiri,mungkin cerita ini akan terus berlanjut karna hingga kini ku belum wisuda, hhehe....capek nulis tidur dl dech thanks dah mau baca Ocehan ku...salam rezpect

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar